Karena kamu adalah embun pagi yang selalu hadir mengawali bangunku karena sejukmu dan aku menggigil. Sebab sebuah tetesan itu sebegitu berharganya untukku membuka mata. Karena kamu adalah matahari pertama di bulan September yang menghangatkan judul ceria ini. Karena kamu adalah semangatku yang terukir manis di sela dan rongga waktuku, apabila ronggaku tertutup karena lemak ataupun dosa kamu tetap ada entah nanti aku sembunyikan dimana.Matamu takkan pernah diganti oleh sebuah berlian, aku saja sudah silau saat memandangnya ketika ciuman pertama itu. Kamu akan menjadi yang terbaik sepanjang yang aku punya, bukan pernah menjadi yang terbaik. Apabila nanti jarak, kilometer, mil atau apalah itu jangan pernah berubah ya. Salam hangat

Eurica Stefany Wijaya (21-09-2011)