Kata-kata cinta sudah habis, apa harus melahirkan benci dalam tulisan yang mengungkapkan cinta?. Bisa saja iya, karena nanti cintaku bisa mati dalam kepayang bayang-bayang. Aku tidak mau menuliskanmu dalam mantra yang hitam, aku tetap ingin menggambarmu dalam kanvas yang putih ditemani dengan warna-warna terang. Tulang-tulangku sudah mulai remuk dalam hujan asam yang berkepanjangan. Semoga kata-kataku tak habis dimakan hujan, semoga rasaku tak lenyap terhanyut dalam air dan semoga yang kutulis tidak berkarat disentuh asam.