Sebetulnya aku menulis dengan hati yang tinggal sebelah saja, tetapi mereka menandai dengan seluruh hati yang mereka punya. Mengapa justru kesakitanku dijadikan kesenangan, barangkali ini cuma sebuah kebetulan
Eurica Stefany Wijaya
Sebetulnya aku menulis dengan hati yang tinggal sebelah saja, tetapi mereka menandai dengan seluruh hati yang mereka punya. Mengapa justru kesakitanku dijadikan kesenangan, barangkali ini cuma sebuah kebetulan