Astaga

Astaga matanya, dalam pekurku yang mendung membuatku serasa ingin bangkit lalu melukis matahari yang terang. Kalau tidak begitu, aku ingin berlari ke kamar yang terang lalu menyimpannya dalam bohlam itu agar terbayang sinarnya hingga aku tak dapat menutup mata dan selalu mengintip

Astaga senyumnya, sebuah busur yang sedang melengkung dan memanahkan pesona lalu menohokkan ke dalam sendi-sendiku hingga ngilu.

Astaga, itu kamu?

euricastefanywijaya