menulis dan penulis

Bagaimana seorang penulis bisa berpikir sejauh bumi berotasi terhadap matahari dan menciptakan otak yang bisa berbunga atau motor yang bsia melayang di udara tanpa sebuah pengalaman.  It’s impossible. Penulis itu harus punya pengalaman dan saya miris ketika liburan hanya di kamar saja, penulis itu harus berpengalaman dan serba tahu tentang apa yang ditulisnya. Nggak mungkin dong kita mau diem aja sambil menghayalkan bulan, bintang, angin. Oh menyedihkan. Menulis adalah jiwa, jiwa yang tertanam dan akan selalu hidup dan berkreasi sesuai apa yang empunya lakukan. 

Penulis itu juga harus punya passion, bagaimana mau menciptakan sebuah karya kalau nulis saja males-malesan. Persetan dengan orang yang punya bakat tapi nggak punya kemauan. Menulis itu ibarat kata kita sedang mengingat apa yang telah kita lakukan dalam hidup kita dan mememorisasikannya dalam rangkaian kata. Bagaimana cara mengungkapkan kesenangan, kesedihan, putus asa, semangat, patah hati, jatuh hati, heran dalam sebuah kata dan mengekspresikannya secara abstrak. Menurut saya penulis adalah manusia yang secara nggak langsung amat menghargai momen-momen di hidupnya.

Pada akhirnya, menulis bagi saya adalah sebuah impian, sebuah hobi dan sebuah jembatan. Implikasi pada anda? silahkan tanya ke diri anda sendiri lalu katakan pada saya.