jalan kaki

aku beredar dalam kadar yang tak terdaftar

komposisiku hancur lebur

aku berlalu lalang dalam buana yang fana

mencari hijau, kuning, kelabu

dalam sebuah lagu

beranjaklah aku sedari rangkakan tepi tempurung lutut

aku duduk sejenak lalu memandang tepi pasir yang bertiup rendah menujuku

aku menutup mata dan aku tersedak

butir-butirnya menyesakkan

melesak ke dalam rongga paru senyawa

mendengkurkan diriku saat tertidur

lelap dan senyap

pada hari yang aku tentukan, dia, mereka

lalu aku berdiri hanya bisa memandangi rekaman yang diputar