Dia
Subuh, dingin lalu merajuk masuk ke pori-poriku. Tuhan punya alarm yang unik, agar manusianya terlanjur basah memegang air. Mata yang masih pekat terhenyak dengan suhu yang tak tertahankan, kaki sudah semakin kaku jika tak dipakai berjalan. Tubuh rasanya gontai dan ingin jatuh, setan di kuping kiri dan kanan merayu-rayu dengan tanduk disembunyikan dibelakang tangan. Belek di mata minta dibersihkan, rambut yang bau bantal minta dibasuh dan tangan yang bersedekap dibangunkan. Saatnya bersedekap dalam doa, terpejam dalam khusyuk namanya dan menunduk pasrah atas perintahNya. Dia memang psikolog jiwa terbaik yang pernah ada, Dia tahu, Dia mengerti dan memahami. Dia tak butuh bicara, hanya kita yang berbicara. Karena Dia mengerti.